SONGFIC || REST OF MY LIFE
Title : Rest Of My Life
Author : shelovepanda
Genre :romance, little angst.
Length : Oneshoot
Rating :PG-15
Cast :Kevin Li (Kris EXO)
Kim Geu Ra
Inspiredby Bruno Mars —— Rest Of My Life
Author’sNotes :
Annyeooooooooong~ ~ thanks forpublishing my first fanfiction. Pertama, asal muasal cerita di FF ini adalahketika author denger Rest Of My Life nya Bruno Mars, sambil ngresapi sambilnulis deehh ^^ (abaikan). ~so, buat kalian para readers dianjurkan(?) sambil nge-play Rest Of My Life
nya Bruno Mars. OKKee??? Biar lebih“ngena” sama ni cerita, ^^ 90maw0..
Ada lagi, castnya aku pakai Kevin Li a.k.a KrisEXO (hihiihii..) ..
,,^-^,, Semua yangada disini bener-bener buatan author, mulai ide
cerita, tulisan ceritasampaaaaiii poster ff ini,, don’t be a silent
reader please ^^ HAPPY READING!!! ^^
^All KrisPOV^
~ Summary :
Saat
aku telah memiliki apa yangbenar-benar aku inginkan aku pasti akan
memandangnya sebagai sesuatu yang berharga—sangat-sangatberharga. Aku
tak ingin dan tak akan pernah meninggalkannya atau
bahkanmencampakkannya.
Sesuatu yang tak ternilai, yang ku
inginkanpasti aku akan terus berusaha untuk menggapainya dan memiliknya
walaupun akutahu itu butuh perjuangan atau bahkan pengorbanan. Hal itu
berlaku juga untukcinta—tentunya.
—setelah aku
memilikinya, aku mulaimerasakan, merasakan perasaan mudah kehilangan.
Itukah konsekuensi memilikisesuatu yang berharga??? Ahh.. itu pasti.—
—Aku
tak ingin kehilangannyawalaupun perasaan itu selalu membayangi.
Perjuanganku belum berakhir,perjuanganku mempertahankanmu. Aku tau kata
bijak itu “mempertahankan apa yangkita miliki tak semudah untuk
mendapatkannya” dan itu juga berlaku untukku.— KevinLi
Thanks for yesterday, thanks fortoday, thanks for tomorrow. And thanks for our future…
——
EverydayI wake up next to an angel
More beautiful than words could say
Kusingkirkan
dengan susah payah 2 buah boneka panda yang ukurannya menyamai anakusia
10 tahun dari atas tempat tidur, memberikan ruang gerak yang lebih luas
dikasur ini. Mengingat 2 orang plus dua buah boneka panda itu selalu
memberiruang tidur yang cukup sesak.
“Ilove you Ra-ya.”
Ucapku sambil mengeratkan pelukanku pada tubuh mungilnya,menyalurkan
kehangatan yang menurutnya hanya aku yang dapat memberikan iniuntuknya.
Haahhaa.
Entahkenapa aku tak pernah bosan untuk melakukan ini
padanya. Seperti yang kulakukansaat ini. Berbaring tepat di sampingnya,
menjadi teman di tidur malamnya.
Akusudah dalam kedaan yang sadar
walaupun mataku masih ku tutup rapat dan tubuhkumasih dalam posisi
berbaring. Ku posisikan tubuh menghadap ke arahnya.
“Eungghh…”
Kudengar
lenguhan Geu Ra—Kim Geu Ra, seorang yang juga turut menemani
tidurkuadalah seorang yang sangat aku cintai,, sangat sangat sangat..
seandainya adakata yang ungkapannya melebihi itu akan ku katakan
padanya, ini karena memangaku sangat mencintainya.
Kubuka
perlahan mataku menantang kilauan sinar matahari yang masuk melewati
celahjendela kamar ini. Menatap wajah polos gadis di depan ku ini sudah
menjadikebiasaan ku saat bangun tidur. Aku sadar tarikan simpul di bibir
ku membentuklengkungan tipis saat aku mengamati setiap detil kepolosan
wajahnya sepertiini. Aku bahagia merasakan keadaan ini, seperti ini
bersamanya, selalu dia yangpertama membuatku tersenyum.
GeuRa,
seperti seorang malaikat yang selalu menjaga bunga tidurku sehingga
hanyamimpi indah yang selalu aku mimpikan. Sungguh baik Tuhan kepada ku
karenamengirim seorang malaikat yang nyata adanya. Terima kasih Tuhan…
“kautidak ke kampus??” tanyaku saat dia malah mempererat pelukannya di pinggangku.
“heii..Ra-ya???Aku tau kau sudah bangun dari tidurmu.” Ku usap pelan puncak kepalanya,membangunkannya.
“hariini
aku tak ada kuliah, aku masih lelah dengan kegiatan kemarin. Aku
inginmembayar hutang jam tidurku.”ucapnya tanpa membuka matanya.
“Kevin,temani aku.”lanjutnya masih dengan mata tertutup dan semakin mempereratpelukannya, kembali merangkai bunga tidurnya.
—***—
Theysaid it wouldn't work but what did they know?
Cause years passed and we're still here today
Never in my dreams did I think that this would happen to me
Flashback on
Akudan
Geu Ra, tak sedikit yang menganggap hubungan ini hanyalah hubungan
yangsingkat, sangat singkat. Hubungan yang hanya sebatas cinta masa
sekolah.
Yaa,aku dan Geu Ra satu sekolah tingkat atas, aku di
tingkat 1 tahun di atasnya. Hanyasekitar satu tahun—tepatnya 8 bulan aku
dan Geu Ra berada di sekolah yang samakarena Geu Ra adalah siswi
pindahan dari sekolah lain dan pindah ke sekolahku.Dan lebih pasnya lagi
status pacaran kami saat itu baru 2 bulan. Aku harusmelanjutkan studiku
di luar negeri karena keterpaksaan, mengikuti mama ku yangharus kembali
ke Negara asalnya, China. Jujur, aku belum sanggup menjalankanhubungan
jarak jauh ini. Aku masih ingin merasakan hangat musim dingin saat
itubersamanya.
Akumasih ingat saat Geu Ra mendukung
kepindahanku ke China. Saat itu aku sempatmengira ia dengan mudah dan
rela melepaskanku, namun aku salah, ia mendukungkukarena nyatanya ia
berjanji akan mampu melewati setiap perjuangan dalamhidupnya, dan aku
sangat senang saat ia harus melewati perjuangan itu denganmelibatkan
diriku, hubungan ini. Dan ini membuatku semakin mencintainya.
“kautau
kan, kapan pelangi akan muncul? Setelah hujan. Ia akan menampakkan
dirinyauntuk dilihat semua orang. Dan aku anggap ini mendung, pertanda
hujan itu akandatang. Aku tau kau sedih, tapi tunggulah dan lihat
pelangi yang akan tampaksetelah hujan ini.” Ucap Geu Ra sehari sebelum
keberangkatan ku ke China.
Akubelum sepenuhnya mengerti
apa maksud ucapannya. Kemudian ia membelai lembutpipiku dengan sebelah
tangannya, seakan menyalurkan kesepahaman diantara akudan Geu Ra.
Melihatnyamenjadi
tegar sangat mudah, ia selalu terlihat begitu di depan ku—dan tentu di
depansemua orang. Namun aku tetap tau tentang kerapuhannya. Seperti saat
ini, iarapuh namun entah mengapa masih mampu meneguhkan ketegarannya di
depanku saataku tak ingin mengucapkan salam selamat tinggal, entah itu “See you next time..” atau malah“Good bye..”. aku harap aku tak mengatakan keduanya, karena aku masih inginbersamanya—di sampingnya—menjaganya.
“See you again Kevin, I hope youalways remember me,
and of course, I’ll remember aboutyou… All about you.”
Sungguhku
rasa kan getaran tangannya yang masih menjamah wajahku, mata yang
berbinarmiliknya kini ku lihat semakin sayu menampakkan kaca-kaca air
yang akantumpah—dan kini tumpah—deras—sangat mudah melihat matanya kini
yang dibanjiritangisnya. Turun membasahi pipinya—
Kuusap perlahan
wajah sayunya dengan kedua telapak tanganku—pelan, penuhperasaan..
sungguh aku tak tega melihatnya seperti ini, ingin aku pergi
menjauhdarinya—tidak melihat dirinya seperti ini. Sungguh terlalu jujur
hatiku inijika itu tentang Geu Ra.
—Kau tau?? Aku merasa tenang saataku di selimuti kehangatan. Sangat nyaman rasanya saat… eemm saat…
Saat kau memelukku....—
Akuteringat apa yang Geu Ra nyatakan padaku, segera ku raih tubuhnya ke dalampelukanku, agar ia hangat-nyaman-dan merasa tenang.
“kaumenangis..
kau menyakitiku saat kau menangis Ra-ya.” Ucapku pada Geu Ra
dengansuara yang bergetar tak kelah dengan getaran tubuh Geu Ra yang
semakin kencang.
“kaupernah mengatakan padaku bahwa
pelukanku akan membuatmu tenang, apakah itumasih berlaku?”lanjutku
menenangkannya yang semakin menangis dengan kerassampai orang yang
berlalu lalang di hadapan kami tak lepas pandang melirikkami, tapi itu
ku acuhkan. Yang ku inginkan sekarang hanyalah Geu Ra yangtenang.
“hanya2
tahun, kau bisa kan? Tunggu aku.” Aku masih mencoba menenangkannya
tanpamelepas pelukanku padanya. Kini tangisan Geu Ra berubah menjadi
sesenggukankecil yang ku dengar sangat lucu, dan itu membuatku sedikit
tersenyum. Ku raihpuncak kepalanya, mengelusnya pelan dan lembut
menuruni rambut panjangnya.
Semakinkudengarkan sesenggukannya yang
perlahan menghilang. Dan kurasakan keduatangannya yang
terangkat—memeluk erat pinggangku dan semakin mengeratkannya.Pelahan ia
melepaskan pelukannya padaku. Dan memberi isyarat padaku untukmelepaskan
pelukanku padanya.
Kau sudah tenang Ra-ya???
“Gomawo.”ucapnyapadaku
setelah tangis dan sesenggukannya mereda. Ku usap puncak kepalanya
danmengecup keningnya—lama, ikut merasakan ketenangan padanya. Kemudian
aku danGeu Ra saling berpandangan dan ia tersenyum, walau hanya senyum
yang kecilnamun aku lega karena senyum itu penuh ketulusan, aku percaya
Geu Ra menerimaini. Aku pun ikut tersenyum padanya. Ilove you, Ra-ya.
“Kauyang
membuat ku nyaman. Selalu, dan hanya kau, pelukanmu hangat, sangat
hangat.”Geu Ra sedang memujiku atau malah mengujiku?? Entah aku tak
tahu—memujikudengan pelukan hangat milikku atau mengujiku untuk tidak
meninggalkannya.
Dan kau tau Ra-ya?? Hanya kau yangjuga membuatku nyaman, kau yang akan selalu membuatku merasa tenang. I loveyou…
“Just 2 years. Aku rasa itu hanyasebentar. Ia kan??” ucap Geu Ra.
“ya,,hanya
dua tahun. Cukup…emm” kataku tanpaada maksud untuk melanjutkannya. Aku
kembali berkutat dengan pikiranku, cukup..—cukuplama menurutku. Memang
hanya dua tahun—hanya. Tak sampai lima atau bahkansepuluh tahun, itu
terasa melegakan bagiku.
Namun,jika dihitung kembali, dua
tahun merupakan waktu yang lama—sangat lama. Duatahun ada 24 bulan
berarti ada sekitar 106 minggu, dan tentu akan ada 106 x7..emm sekitar
742 hari. Satu hari ada 24 jam, berarti sekitar 17.800 jam…AAHHHHHHHhh..
aku frustasi dengan memikirkan itu. Sudah, lebih baik akumenerima ini
semua, kenyataan yang juga Geu Ra terima.
——
Pagihari
berikutnya sekitar pukul 9, aku sudah berada di bandara menunggu
jadwalkeberangkatan ku ke China, bersama Mama, dan tanpa Geu Ra. Aku
siap berangkattanpa kehadiran Geu Ra. Mama sempat bertanya padaku kenapa
Geu Ra tak mengantarkami ke bandara. Dan aku dengan berat mengatakannya
kepada Mama, karena memangaku tak mau mengungkitnya.
GeuRa
tak ikut mengantar karena inilah mauku, aku tak ingin melihat Geu
Ramengantar kepergianku. Bukan tanpa alasan, namun ini bukanlah
kepergianku yangterakhir juga bukan untuk selamanya karena aku akan
kembali, dan sudah tentuitu kepadanya. Wait me for a while KimGeu Ra…
Bukanmama
jika tak memaksaku memberi salam selamat tinggal—maksudku salam
sampaijumpa— pada Geu Ra yang notabennyaadalah pacarku, mama juga
sangat menyayangi Geu Ra.
Kuminta hanphone
mama—meminjamnya, untuk menghubungi Geu Ra. Kenapa tidak
memakaihandphone ku?? Tentu karena aku tak ingin mendengar suara
sendunya (lagi)setelah semalam kami banyak bercerita sebelum
keberangkatan ku ke China.Semalam ia menangis, menangis lagi karena aku.
Aku senang tak melihatnya saatmenangis, karena itu akan sangat
membuatku merasa bersalah. Namun aku sedihsaat aku tak bisa memberikan
ketenangan yang ia butuhkan disaat-saat sepertiini.
Kuberikan handphone kepada Mama setelah terhubung dengan Ra-ya.
“GeuRa-ya……” mama memulai pembicaraannya dengan Raya.
Akumenjauh
dari mama,, ahh bukan, melainkan mama yang menjauh dariku setelah
iamemulai pembicaraan dengan Geu Ra. Seakan Mama tau apa yang kupikirkan
dantentu yang kurasakan. Aku berusaha mengalihkannya dengan
mendengarkan lagu danmemasang earphone di telingaku—keduatelingaku.
***
Akusampai, di China, tanah kelahiran Mama ku. Bukan jetlag yang
kurasakan sekarang, melainkan perasaan tak karuanmemikirkan Geu Ra,
sedang apa dia, dimana dia, bersama siapa dan masih banyaklagi..
“Aku dan Mama sudah sampai,baik-baik di sana Ra-ya.
I love you as always” ku
kirim pesan singkat itu padanya, hanya sekedar pesansingkat, itulah
kemauannya. Ia memintaku mengirim pesan singkat padanya selalahaku dan
Mama sampai. Dan itu langsung kulakukan karena tak ingin ia
merasakhawatir.
Barusehari aku disini, aku sudah sangat
sangat merindukannya. Ini masih akanberlangsung lama. Aku harap kau
menungguku karena aku akan—pasti kembalipadanya Kim Geu Ra.
Akupulang
ke China untuk menemani Mama tinggal dan aku juga akan
melanjutkansekolahku disini. Aku selalu berharap ini akan berlangsung
cepat—sangat cepatagar aku dapat kembali pada Geu Ra.
“jangan
putus komunikasi ya..walaupun kau akan sangat sibuk disana. Aku tak
akan menuntutmu untukmenghubungiku berapa kali. Aku hanya ingin kita
tetap bisa saling berbagicerita. Aku pasti juga akan membagikan ceritaku
padamu.” Geu Ra mengatakan itu padaku.
“hemm,,ceritakan semuanya padaku, entah itu suka, senang, lucu atau kesedihanmu.Ceritakan semuanya padaku.”
“emmhh..tentu aku akan membaginyapadamu.”
2bulan
sudah aku meninggalkan Ra-ya, dan masih tersisa 22 bulan lagi. Aku
danGeu Ra masih berkomunikasi, hubungan yang masih berjalan dengan baik
walaupundengan keadaan long distance.Tangisan Geu Ra yang di awal
kepindahanku kurasakan semakin jarang kudengar saataku menghubunginya.
Kini ia sudah bisa tertawa tanpa paksaan dariku saat akumenelfonnya.
Akujuga senang mendengar tawanya. Kau masihmenungguku kan Ra-ya?? Aku tak ingin memberikannya pertanyaan itu,pertanyaan yang menurutku lebih dimengerti sebagai tuntutan.
Memasukiawal
semester 2 aku di kampus, itu berarti sudah 6 bulan aku tak bisa
disampingnya dan sudah bulan ke 8 hubungan yang kami jalani. Aku
terkesiap banggapada Geu Ra dan pada diriku sendiri—sudah cukup lama dan
hubungan kami masihbaik, terjalin sangat baik. Komunikasi menjadi
penentu langgengnya suatuhubungan—aku percaya itu.
Banyakcerita
yang Geu Ra bagi padaku, banyak diantaranya ia merasa senang, apa
diasenang tak bersamaku??—aku buang jauh-jauh pikiran itu dari kepalaku.
Aku tau kau masih menungguku. Dan juga,,maaf karena telah membuatmu menunggu…
20 bulan kemudian…
Kiniaku
mulai sibuk dengan kegiatan kuliahku yang memasuki semester akhir.
Akusemakin jarang menghubungi Geu Ra, namun aku tetap berusaha sering
memberinyapesan singkat. Walau hanya sekedar sapaan, aku senang ia
membalasnya.
Malamini, malam yang seperti 1 bulan
akhir-akhir ini, aku belum tertidur, matakubelum bisa kupejamkan dengan
nyenyak walaupun badanku sudah terasa sangatletih. Aku berbaring di
tempat tidur, memandangi wajah Geu Ra yang sedangtersenyum padaku dan
membuatku ikut tersenyum kepadanya. Wajah Geu Ra yangsedang tersenyum
semakin memudar dari pandanganku menjadi..menjadi
lagit-langitkamarku—ahh,, itu hanya ilusiku, akusangat merindukanmu Ra-ya.
Aku takut kau mulai melupakanku..
Maaf, aku semakin jarang menelfolmuRa-ya.
Entahpikiran
apa yang merasukiku untuk menghubung Geu Ra malam ini, ini sudahterlalu
larut dan tentu ini melewati jam tidur Geu Ra. Keyakinanku sangat
kuatuntuk menelfon Geu Ra malam ini, dan benar saja aku mencari kontak
Geu Ra di handphone ku dan—dan aku menunggupanggilan itu tersambung, berharap pemiliknya menjawab panggilan ku ini.
10detik… aku berharap ia mengangkatnya
20detik… aku masih berharap
“yeobseoyo… Kevin???” dan benar saja, Geu Ra mengangkat telfon dariku, danmemanggilku, Kevin???
Sungguhperasaan
yang kurasakan saat ini bercampur-campur, senang karena aku
mendengarsuaranya, sedih karena aku tak mampu melihatnya saat ini juga,
ia sedang apa?
“haii..”entah kenapa suara seperti ini yang ku perdengarkan padanya disaat sepertiini—suaraku penuh getaran dan parau. Akusangat sangat merindukanmu Ra-ya.
Kucoba bertahan tanpa suara parau itu, aku mencoba “biasa”.
“kaubelum tidur Ra-ya? Ini sudah melebihi jam tidurmu kan?”
“aku baru saja bangun, aku tadisudah tertidur.”
“Apaaku yang membangunkanmu??”
“Ani,, tidak. Aku bangun karena….”
“karenaapa??”
“karena aku.. aku,,,,, ahh mungkinkau merasa ini lelucon, atau kau malah tak akan mempercayainya..”
“kaumembuatku penasaran, apa kau merasa aku akan menelfonmu malam ini??” aku asalmenebak apa yang akan Geu Ra katakan.
“Ne.. dan kau benar-benarmenelfonku.” Ia sedikit terkekeh dengantebakanku yang ternyata ia benarkan.
“akusangaaaaaaaatt
merindukanmu. Kau masih mencintaiku??” entah kenapa pertanyaanseperti
ini yang kuberikan padanya, pertanyaan yang selalu kutanyakan padanya
yangjelas-jelas sudah aku tau jawabannya.
“kau tau jawabannya, kenapamenanyakan padaku hal ini?” nadabicaranya kini menjadi serius, membuatku merasa bersalah padanya.
“maaf,,maafkan
aku,, aku tau jawabanmu, tapi aku hanya ingin kau mengatakan
inipadaku.” Jujur, aku hanya ingin ia mengatakan bahwa ia sangat
merindukanku dania masih tetap mencintaiku dan tentu ia masih
menungguku.
“…………….”tak ada jawaban, dia marah???
“akutak
meragukan mu Ra-ya… kumohon bicaralah,, aku akan tenang setelah
kaubersuara.. walau itu hanya sedikit saja. Geu Ra, dengarkan aku,
kumohon..” akuberpindah posisi dari tiduran menjadi terduduk, kini aku
terbawa suasana, akusungguh merasa bersalah padanya, aku menyesal
menanyakan hal ini padanya.
“akumenyesal Ra,, sungguh. Ku mohon maafkan aku…”
“………..” masih tak ada jawaban.
“……….”aku ikut terdiam, menyesali pertanyaan yang aku tanyakan padanya.
“………‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takesmy breath away
And I breath you into my heart and pray for the strength to stand today
‘Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side…——If You're Not The One (Daniel Bedingfield)”ini
lebih dari yang kuminta, hanya sedikit suaranya yang kubutuhkan, namun
GeuRa memberiku lebih, ia bernyanyi, suara yang sangat indah, bukan
untuk pertamakalinya aku mendengar ia bernyanyi selama ini karena aku
tau hobi Geu Ra adalahbernyanyi.
“maaf sudah menanyakan
pertanyaanbodoh itu padamu, suaramu sangat indah.” Aku menginterupsinya
dengan permintaanmaaf ku setelah Geu Ra selesai menyanyikan lagu itu,
walau sesungguhnya akumasih menginginkan part kelanjutan lagu itu.
“kau
memaafkan ku kan?? Maaf ataspertanyaaanku, dan juga maaf, maaf karna
aku akhir-akhir ini jarangmenghubungimu.”pinta ku dengan suara memelas.
“tak ada yang salah kan?? Kau tak perlu minta maaf.”
“kau
berubah, tapi aku lebih suka..hahhaa..” aku merasa perubahan yang besar
sudah nampak pada dirinya setelahhampir 2 tahun ini aku tak melihatnya
dan menghadapinya secara langsung.
“Aahhhh,,apakah aku berubah?? Ani,, aku tak berubah, kausaja yang tak tau.”
“kau
berubah….—.. menjadi lebihdewasa. Aku suka,,” entah ada apa dengannya
sekarang, tapi aku membayangkannyamenjadi Geu Ra dengan pipi yang
memerah.. haahhaa.. Saranghae Geu Ra.
“hhmmm… Ohh, atas permintaan maafmu yang kedua, Kau sibuk,kau menjadi orang penting sekarang??haahahhaa..”
ia tertawa, puas saat mengetahui aku menjadi orang sibuk,yang pada
kenyataannya ia tau bahwa aku kurang suka dengan kesibukan.
Menjadisebuah tuntutan dengan apa yang aku hadapi di akhir semester
seperti ini.
“hahha,,, kau puas haa?? Melihatkusibuk kau senang Ra-ya?? Kau tau?? Aku lelah,, sangaaaatt lelah..”
“aku bukan menjadi orang sibuk,melainkan menjadi korban kesibukan orang lain sehingga aku ikut-ikutan sibuk.”lanjutku.
“Dosenmu? Ini semester akhir, sudah seharusnya begitukan??”
“Ne,
tapi tidak begini juga kan??Aku harus kesana kemari mencari keberadaan
dosen yang… AAHHHhhh.. entahlah,,,hanya memikirkannya saja aku sudah
pusing.”
“emmm..—”ku dengar Geu Ra hanya meresponku dengan lenguhannya.
“aku jadi lebih suka tidur larutmalam, melebihi jam tidurku, mata ku jadi ANEH.. jadi seperti..seperti panda..huftt..”
“hahaa,, bukankah kau tak memiliki jam tidur?? Dan.. kauseperti PANDA??” ia sedikit berteriak saatmengatakan aku seperti panda.
“hmmm..”aku mengangguk.
“ahh..aku
jadi ingin melihatmu yang seperti PANDA. Bukankarena kau di China kan,
lalu kau seperti panda?? Jika kau di Arab mungkin kauakan seperti unta,
lalu jika kau di Australia kau akan seperti kanguru, lalukalau kau di
Indonesia mungkin kau akan seperti komm..”
“hei..hei..hei..maksudmu???” akumemotong cepat pembicaraan Geu Ra yang sudah melenceng jauh tak mengarah.. Hahh~~
“Kom..komodo..hahahaa. ahh,,maksudku, aku suka PANDA.”
“itu pujian atau ledekan,,haa??” akugeli dengan pembicaraan yang sangat tak berarah ini, Geu Ra. You make me smile..dan aku sungguhsenang saat ia bilang ia menyukai PANDA, ia memang sangat menyukai dengan hewanhitam putih itu, PANDA.
“aku akan membawakanmu panda, saataku kembali nanti..”
“Benar?? Aku mau 2,, okke??”
“hmm,, hanya 2?? Tak kurang??”
“Ani,, kau tidurlah, ini sudah terlalu larut. Jaljayo...MYPANDA..hahhaa”
“Kau juga, tidurlah, bye,, have nice dream my guardian angel.” Aku menunggunya menutupsambungan telfon. Dan kini perlahan aku memejamkan mata dengan membayangkansosok my guardian angel, Kim Geu Ra. Jaljayo..
***
23 bulan kemudian…
Aku
selesai, selesai dengan tugas akhirku dan selesailahkuliahku di sini,,
hari yang benar-benar aku tunggu. Kelulusan, bukan alasanutama aku
merasakan senang luar biasa saat ini, melainkan—aku bisa kembali
keKorea, menemui Geu Ra dan akan selalu ada di sampingnya.
Aku
ingin segera menemui Geu Ra, aku mempersiapkansemuanya—tak terkecuali
oleh-oleh yang sudah aku janjikan padanya. Mamamempersiapkan semuanya
untuk keberangkatan—ataupun—kepulanganku ke Korea. Akusengaja tak
memberitahu padanya kabar kepulanganku ini, biar ini menjadiSURPRISE
untuknya,, hahaahhaa..
Aku sampai di Korea malam harinya dan segera menuju apartemen milik
Mama yang dulu kami tempati dan kemudian melepas penat setelah
perjalananudara dari China ke Korea. Aku masih belum memberi tahu Geu Ra
dengan alasanaku tak ingin mengganggunya karena ini sudah larut. Aku
sungguh bersyukur karenaaku sudah sampai di Korea sekarang, ini lebih
cepat sekitar satu bulan darijadwal kepulanganku dan janji kembalinya
aku pada Geu Ra.
Pagi harinya,
sekitar pukul6.00 KST aku bersiap-siap menuju bandara—bukan untuk
kembali ke China. Akuberangkat menuju bandara dengan taksi. Memang benar
ini terlalu pagi, karenaaku ingin segera menemuinya, aku sengaja
memilih pagi buta ini.
“kau tak mau menjemputku??”
begitulahpesan singkat yang kirim ke nomor Geu Ra. Tak hanya sekali
kukirimkan peasnsingkat itu setelah aku tak kunjung dapat balasan
darinya.
15 menit tak ada balasan, aku yakin dia masih terlelap dalamtidurnya. Hufft
“kau
belum bangun??? Cepatbangunlah, Mr.PANDA menunggumu.” Lagi, ku kirim
pesan itu padanya. Ku alihkanpesan singkatku, dan mencoba menelfonnya.
Tuuutt..tuuttt
“yeobseoyo…”terdengar suarakhas orang yang belum sadar dari bangun tidurnya—Geu Ra.
“kenapabelum bangun??”
“aku sudah bangun. Dan kau orangyang membangunanku,,, sekaligus mengganggu tidur nyenyakku. Ada apa haa??”
“kautidak kuliah?? Ini bukan hari libur Ra-ya??”
“ani, aku memang tak ada kuliah hariini. Kau, kau kenapa menelfonku pagi buta begini haa??”
“kautak membaca pesan dariku??”
“kau mengirimiku pesan??” ia sedikit berteriak. Sepertinya sekarang ia sudah sadardari tidurnya.
“yes,,bacalah.
Aku menunggumu.” Aku segera menutup sambungan telfon,
walaupunsepertinya ia masih enggan memutus pembicaraan kami.
Akusampai
di bandara setelah sekitar 15 menit perjalanan dengan taksi, waktu
yangsingkat mengingat jalanan yang sangat lengang di pagi-pagi buta
seperti ini.Kini aku menunggu, menunggu kedatangan sosok yang
benar-benar aku rindukan, GeuRa. Cukup lama aku menunggunya—sekitar 25
menit.
Kurasakan getaran di saku jaketku, dan—Geu Ra menelfonku.
“yeobseoyo,,” ku angkat panggilandarinya.
“kau sekarang dimana eoh?? Kaumembuatku tergesa-gesa, Kevin. Kau tau ini jam berapa?? Kau dimana?? Kau sudahsampai?” tanyanya tidak sabar.
“emmhh,,sudah”
“aisshh.. jinja. Kau menyebalkan.Aku baru saja sampai, Kevin.”
“kaudimana??” kini kau balik bertanya padanya. Sambil berjalan menuju pintukedatangan, aku mencari sosok Geu Ra.
“aisshh, kau ini. Aku yang bertanya padamu,where are you??”
Mataku
menangkap sosok gadis dengan dress warna milo dan dibalut jaket tebal
warnacoklat tua dengan akses bulu di bagian hodienya, memakai sepatu
boat hitamsetinggi lutut dan rambut hitam yang terurai panjang menutupi
bagian punggungnyasambil menenteng handphone di telinganya. Cukup keras
ia bicara dengan orang diseberang—mengingat di sini masih cukup
lengang—dan ia menarik perhatianku.Kedua ujung bibirku tertarik membuat
simpul—aku sangat senang melihat sosoknya.
Perlahanaku mendekatinya, dan dia masih dalam posisi yang sama—membelakangiku.
“hereI am.. my little panda.” Tepat di telinga kanannya aku bicara—sambil menjawabpertanyaannya.
As I stand herebefore my woman
I can’t fight back the tears in my eyes
Oh how could I be so lucky
I must've done something right
“Eoh,,k-ke,,Kevin.”
Aku tau ia sangat terkejut dengan keberadaanku
disini—tepatdihadapannya. Ia mulai menjamah pelan wajahku—pelan dan
lembut. Sama sepertiwaktu dulu—saat keberangkatanku ke China. Dan
sekarang ia mengulanginya lagi.Kini ia juga akan menangis. Dan segera ku
tangkupkan kedu tanganku ke keduasisi wajahnya—berusaha membendung air
matanya yang akan tumpah, namun tetapsia-sia karena air matanya tetap
merembes keluar. Dan aku melakukan hal yangsama dengannya—menangis.
“Akudisini
Ra-ya, kau senang sekarang. Aku kembali. Dan itu untukmu dan
jugakembali padamu. Aku sudah memenuhi janjiku kan??” Segera kurengkuh
tubuhnyamendekat dan kupeluk erat—sangat erat. Aku tak mau lagi
melepaskannya walaupunpelukan ini kian rapuh dimakan usia, tapi aku
yakin kedua tanganku masih mampumemberikan kehangatan dan kenyamanan
yang selalu ia butuhkan.
I’m so lucky.. aku merasa
sangatberuntung dengan hidupku, sungguh aku memiliki orang yang
benar-benar akubutuhkan, bukankah itu sebuah keberuntungan yang luar
biasa? Seperti aku hidupdengan adanya oksigen di sekitarku. Dia mampu
menjadi sosok yang menggemaskandengan tingkah manjanya, menenangkan
dengan ucapannya, menguatkan dengan airmatanya, dan juga menjadi sosok
membanggakan dengan kesetiannya. And I promiseto love her for the rest
of my life. Walaupun mungkin itu tak sepadan denganapa yang sudah ia
lakukan dan ia berikan untukku. Waktu yang tak sebentar danperjuangan
yang tak mudah baginya untuk menunggu sosok diriku yang tak
sempurnatanpanya.
“akusangat merindukanmu,
sangaaattt. Kau tau Kevin?? Entah seberapa besar perasaanitu aku
rasakan, setiap saat, berkali-kali aku merasakannya. Dan—…dan itu
cukupmenyiksa.” Ia masih terisak di pelukanku. Dan semakin mengeratkan
pelukannya dipinggangku. Tak ingin aku melepaskan pelukan ini, karena
tetap tak akan mamputerbayar dengan lamanya waktu ‘ketidakbersamaan’
kami selama hamper dua tahun.
“akutau—sangat tau, karena
aku pun begitu, sama sepertimu Ra-ya. Aku sangatmerindukanmu, setiap
saat. Entah saat aku sedang melakukan apa, kau selaludipikiranku. Dan
kini aku memenuhi janjiku padamu kan?” ku coba menatapwajahnya dan
dengan perlahan melepas tautan pelukan antara aku dan Geu Ra.Namun tak
bisa, ia malah semakin mengeratkan pelukannya padaku, aku tau iasangat
merindukan saat-saat seperti ini.
“kenapakau kembali lebih cepat dari jadwal mu semula? Kau seharusnya pulang bulandepan.”
“kautak suka aku ada di sini sekarang haa??”
“ani,bukan
seperti itu.” Ia melepas pelukannya dan kini menatapku dengan wajah
yang sangatmenggemaskan. Ku hapus jejak air mata di pipinya dan kemudian
mengacak pelanpuncak kepalanya lalu ku cium lembut pipinya. Kulihat
semburat merah yangsekian lama tak kulihat muncul di pipinya setelah aku
menciumnya. Kau sangat cantik Geu Ra.
“ohh,,mana panda yang akan kau bawakan untukku??”
“diapartemen.”
“kau,,kau
tidak pulang hari ini?? Kapan kau sampai? Kenapa tidak menghubungiku?
Bukanaku orang pertama yang kau temui ha?? Kau tak merindukanku Kevin
Li?? Aisshh,,,kau sangat menyebalkan.” Sosok dewasa itu seakan hilang
tergantikan dengansosok cerewet yang sangat lama tak kulihat—ia
memberondongku dengan sekianbanyak pertanyaan yang sebenarnya tak semua
harus ku jawab. Aku mendekatpadanya dan langsung menggendongnya menuju
taksi yang ada di depan pintu masukbandara.
“yyaa..yya..yyaa,,
Kevin,, apa yang kau lakukan haa?? Turunkan aku,, cepat turunkan..
apakau mau aku berteriak haa?? Cepat turunkan aku..” tak ku
pedulikanocehan-ocehan yang keluar dari mulut mungilnya itu, aku malah
tertawamendengarnya.
“yyaa,,Kim Geu Ra, tenanglah.. kau
mau PANDANYA kaann??” ucapku setelah mendudukannyadi dalam taksi.
Sengaja memang ku tekankan kata PANDA untuk mengalihkanperhatiannya. Dan
ia patuh,, ia diam, menjadi sosok Geu Ra yang dewasa.
Sesampainyadi
apartemen. Aku langsung masuk kamar dan mengambil PANDA yang
benar-benar GeuRa inginkan sementara Geu Ra menunggu di ruang tengah.
“ige,,PANDA untukmu.” Aku mendudukkan 2 PANDA itu di samping tempat Geu Ra duduk.
“ige??Ahh, ku kira kau akan benar-benar memberikanku PANDA,,
keunde,
gomawo, aku sangat suka boneka panda ini, walaupunsebenarnya aku mau
PANDA YANG SESUNGGUHNYA, ini..inii—sangat mirip dengan muMr.
PANDA..hahaa...”
“kautak boleh asal memilikinya Ra-ya, kau tau kan?”
“ara,, ara. Aku tau. Thanks for the biggest gifts. I like it. Okay,
ini Mr.Panda dan iniMiss Panda.” Ia menamai boneka panda yang ku
berikan padanya. Mr. Panda, iamenamai boneka panda dengan aksen dasi
kupu-kupu yang ada di lehernya dan MissPanda untuk boneka panda yang
memakai jepit pita di telinga kanannya.
“gomawoKevin.” Ia mengecup singkat pipiku dan tersenyum tulus kepadaku.
***
Flashbackoff
Seems like yesterday whenshe first said hello
Funny how time fly's by when you're in love
It took us a lifetime to find each other
It was worth the wait cause I finally found the one
Never in my dreams did I think that this would happen to me
Di
saat seperti ini—menatapnya diantarajarak yang sangat dekat membuatku
tak ingin menjauh darinya, meninggalkannyawalau sementara—hanya ingin
selalu di sampingnya.
Waktu seakan sangat cepat berlalu.Masih
lekat di benakku saat pertama kali aku dan Geu Ra bertemu,
berkenalan,menjadi teman, semakin dekat dan hubungan ini pun terjalin.
Dan sampai saatini, aku masih dengannya—bersamanya—menjaganya dengan
hubungan ini.
Tak sedikit dan tak kecil perjuanganhubungan yang banyak terjalin dengan keadaan long distance. Geu
Ra sungguh sosok tegar yang mampu melengkapikeadaanku seperti ini. Aku
yakin dia akhir penantianku selama ini. Geu Ra—KimGu Ra. Aku dan Geu Ra
mampu saling melengkapi kekurangan yang ada. Dia menguatkanku. Saranghae Kim Geu Ra.
Memang
seharusnya tak ada penantianwaktu seperti yang kulakukan, melainkan
menjalani setiap keadaan waktu danwaktu akan berlalu dengan sangat
cepat. Dan akan terasa lebih berarti jikamenjalaninya dengan orang yang
benar-benar dicintai. Orang yang sangat berartidalam kehidupan.
Satu-satunya sosok yang mampu mewarnai dan mampu memberikanarti
kehidupan yang sesungguhnya—untuk saling berbagi.
Geu
Ra—Kim Geu Ra—ia sudah menjadimilikku seutuhnya, menjadi pendamping
hidupku dalam keadaan apapun, sosok yang akanselalu ku cintai seumur
hidupku. Gadis yang hanya menjadi teman di awal ceritadan kini menjadi
pendamping seumur hidupku sampai akhir cerita hidupku. Aku puntak pernah
membayangkan hal ini, sebuah mimpi yang sudah menjadi
realitaskehidupanku, menjadi seorang suami danayah—nantinya—bersama Geu
Ra.
Aku berjanji pada diriku sendiri,aku akan selalu ada
di sampingnya, menjaganya, mewujudkan mimpi-mimpi bersamadan akan
selalu seperti itu, seumur hidupku—bersamanya.
Sungguh akhir yang membahagiakan. Gomawo Ra-ya,, saranghae…..
Danbaiklah,
kembali aku menemani tidurnya. Walaupun aku harus berangkat kerja jam9,
tapi aku memang tak bisa menolak keinginannya. Dan akhirnya aku
menemanitidurnya—lagi.
Akuterbangun tepat jam8 dan bersiap-siap
berangkat kerja. Setengah 9, akuberpamitan dengan Geu Ra yang masih
lelap dengan tidurnya, ku kecup pelan dahikemudian pipi kanan dan pipi
kirinya, lalu ke hidung dan bibirnya lembut. Kulihat geliatan pelan
tubuh mungilnya. Sangat cantik..
“Just for a while, and I’ll beback.. Annyeong Ra-ya…”
Begitulahsalam yang selalu ku berikan kepadanya,
~~~
As I stand here before my woman~Saat aku berdiri di sini di hadapan wanita pujaanku
I can’t fight back the tears in my eyes~Tak bisa kutahan air mataku
Oh how could I be so lucky~ Oh,bagaimana mungkin aku bisa begitu beruntung
I must've done something right~ Pastiaku telah melakukan sesuatu yang benar
And I promise to love her for the rest of my life~ Dan aku berjanji akan mencintainya seumurhidupku
~~~
COMPLETED ^^
~~~Kkeut…~~~
Okay..
gomawo buat reader-deul yang uda baca, tolong kasihcomments yaahh,, ni
ff adalah ff pertama aku yang ke publish, walau bukan ffpertama yang ku
buat. Aku masih belajar buat ff yang bener-bener bisa “ngena”sama readersnya. Mian kalo belum“ngena” ^^. Juga buat TYPOs yang masih pada bertebaran..mian,, Okay?? ^^
~~~gomawo..gomawo..gomawo~~~
*deep bow*
